Skip to content

My Yoga Journey

“To yoga is to listen to our own body.” Waktu pertama belajar yoga, sama sekali ngga ngerti maksudnya mendengarkan tubuh itu gimana. Terus belajar basicnya gerakan yoga dengan FRYM Method, lalu belajar asana lewat step-step yang tepat. Eh ternyata meditatif sekali, dan tiap tarikan napas seperti mengintip lajunya gerak nadi di tubuh. Nagih! Kalo dulu belajar yoga supaya bisa macam-macam asana, sekarang I do yoga because yoga heal me inside. Betah pokoknya. 

***

Pertama kali kenal yoga karena diajak Nyanya ikut kelas bareng. Walau keblinger ngikutin gerakan-gerakannya, tapi asli langsung cinta. Sayang, saya cuma sempat ikut sebentar karena jadwalnya pindah ke malam yang ngga memungkinkan buat saya. Maklum waktu itu (dan waktu-waktu setelahnya juga sih) Hanif masih harus ditemani tiap belajar. Setelah itu saya sempat ikut yoga di beberapa tempat lain, tapi ngga pernah rutin. Baru saat diajak yoga bareng mama Adi, salah satu teman Hanif, saya semangat lagi. Apalagi tempatnya dekat dengan rumah kita.

Kali ini, saya mengikuti kelas yoga mengambil fokus pada postur tubuh dan meditasi menggunakan FRYM Method (Fix and Rejuvenate Yoga Motion). Sedikit berbeda dari kelas-kelas yoga sebelumnya yang banyak fokus pada asana dan body power. Kelas FRYM Method yang saya ikuti berlokasi di Ruang Yoga, dibimbing oleh teh Purwanti Madyaningratih (Wanti) yang super baik dan telaten. Tiap kelas di Ruang Yoga dibatasi hanya 8 orang, khusus perempuan dan dekat dari rumah. Letaknya di jalan Arumsari Kiara Condong, cuma selemparan batu dari rumah saya. Karena itu, dari awalnya cuma ikut seminggu sekali sekarang saya ambil 2-3 kelas seminggu. Selain latihan di kelas, Ruang Yoga juga sering mengadakan latihan di alam terbuka seperti Dago Pakar. Senang deh, tiap habis latihan badan rasanya hangat dan lebih fokus.

Awal-awal latihan di FRYM, kaki dan badan saya ngga mau kompak. Tiap latihan asana yang fokus di kaki, badan saya ikut gemetaran luar biasa. Memang dari dulu kelemahan saya ada di kaki sih, bukan balance tapi flexibility. Kalau orang lain bisa Uttanasana (Forward-bending) dengan mudah, saya kelimpungan setengah mati. Awal ikut yoga duluu sekali, saya cuma bisa bend sampai sekitar 90 derajat lebih dikit. Habis itu rasanya seperti ketarik luar biasa. Lama-lama badan saya mulai terbiasa, tinggal kakinya yang diajak latihan stretching terus.

asana

Makin lama saya makin jatuh cinta sama olahraga satu ini. Makin penasaran juga seperti apa sih gerakan yang benar, terus kalau gerakannya sudah benar manfaat maksimalnya seperti apa. Akhirnya saya ikut kelas tambahan untuk mempelajari dasar-dasar yoga dan bagaimana mempersiapkan tubuh untuk asana. Kelas ini terdiri dari tiga level, mulai Level 1 (Six foundation technique and body weight bearing, Alongation activation, Close the bond, Full of awareness), Level 2 (Move from the midline & FRYM breathing), serta Level 3 (How to get in the pose). Meski materinya sudah sering diberikan di kelas reguler, tapi di kelas khusus materi dibahas lebih dalam sambil praktek. Di kelas yang durasinya hanya 2×4 jam ini, saya belajar gravity/anti-gravity dan bagaimana menempatkan berat tubuh supaya yoga lebih fokus dan aman. Ternyata banyak posisi tubuh saya yang salah ketika melakukan asana, makanya kaki saya sering nyeri. Selain itu ketika posisi tubuh sudah benar, yoga jadi terasa lebih menenangkan. Karenanya banyak yang merasakan manfaat lebih setelah beryoga. Buat saya sendiri, yoga membantu saya putus hubungan dengan insomnia, kawan karib sejak SMP. Jadi makin semangat kan latihannya. Ngga sabar ingin segera lanjut ke level-level berikutnya!

(Update Maret 2017)

Ngga terasa udah tiga bulan lebih libur yoga. Sedih banget rasanya, tapi mau gimana lagi. Bandelnya saya, meskipun udah berkali-kali diingatkan teh Wanti agar “mendengarkan tubuh setiap kali beryoga,” tetap maksa waktu latihan Bird of Paradise di rumah. Alhasil hamstring saya cedera dengan sukses. Bandelnya lagi, habis cedera itu bukannya menunggu pulih 100% saya masih terus yoga tiap hari. Tiga minggu kemudian, paha kanan saya bukan cuma nyeri tapi juga lemas luar biasa.

Terus didiamkan saja? Ya ngga juga sih, saya konsul ke dokter saraf dan latihan otot dengan berenang gaya bebas. Dua bulan kemudian, otot saya masih sakit bahkan makin lemas. Mulai deh saya pakai topi Sherlock dan gerilya cari tempat rehabilitasi otot yang mumpuni. Lewat browsing dan jalan-jalan panik di banyak sosmed, saya menemukan Physiopreneur. Klinik fisioterapi ini sudah sering menangani berbagai masalah otot akibat olahraga. Bahkan sering dipercaya untuk menangani atlet-atlet dan klub olahraga ternama. Di Bandung, Physiopreneur bisa ditemukan di BIC (Batununggal Indah Club). Agak jauh tapi sangat familiar karena Hanif pernah les renang di sana. Ngomong-ngomong soal renang, guru BIC dan puteranya ini yang bikin Hanif ngga takut lagi sama air. Jadi waktu dengar lokasinya di BIC, saya langsung percaya :p.

physiopreneur

Anyway, ngga salah deh saya milih klinik ini. Hari ini kondisi otot saya makin membaik. Selain terapi dengan alat dan massage di Physiopreneur, saya juga diajari cara melatih otot dan kompres dingin di rumah. Ternyata, otot yang bermasalah harus segera ditangani di bawah 24 jam. Caranya dengan kompres dingin kurang lebih 15 menit (lebih dari itu bisa luka bakar di kulit). Kalau otot yang inflamasi ada di kaki, angkat kaki lebih tinggi dari badan dengan mengganjalnya. Seru sih dapat banyak ilmu baru setelah terapi di sini. Mas Zona & istrinya ramah sekali, ngga pernah bosan jelasin macam-macam cedera dan penanganannya. Tapi yang paling menyenangkan adalah kaki saya mulai membaik, yay! Dari yang tadinya ngga bisa ruku’ full, sekarang saya bisa forward bend sambil duduk meski kepala ngga sampai menyentuh lutut. Masih ada 3x terapi lagi dari jatah paket 5+1 saya, can’t wait! Alhamdulillah lagi, mulai minggu depan saya udah boleh kembali beryoga. Kebayang berapa banyak ketinggalan yang harus saya kejar, meski begitu rasa senangnya ngga bisa digambarin dengan kata-kata. Setelah sempat putus asa, yakin ngga bakal bisa latihan lagi sekarang bisa mulai pelan-pelan dari awal. Bersyukur banget! Pelajaran kalau nanti-nanti ototnya sakit lagi, mendingan langsung berkunjung ke fisioterapi deh. Mari kita semangat lagi!

Ruang Yoga
Jl. Arumsari II No. 2
Babakan Sari, Kiara Condong
Bandung
022-7276268
IG: ruang_yoga

Physiopreneur
BIC (Batununggal Indah Club)
085720270555/089676652633 (by appointment)
IG: Physiopreneur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *