Skip to content

Menengok Festival Street Stage: Rebel with a Cause

menengok-street-stage

Awal bulan ini, Papadino jadi salah satu seniman yang ambil bagian dalam event Street Stage: Rebel with a Cause. Sebuah festival karya seni lintas media yang mempertemukan berbagai street art dalam satu tajuk. Selain Papadino, ada 100-an lebih seniman yang ikut meramaikan festival street art terbesar di Bandung ini. Event dibuka oleh Trivia Club Conference Session I: Hubungan Kota dengan Estetika dan Gaya Visual dengan 4 seniman sebagai pembicara. Mereka adalah Amenkcoy dan Papadino a.k.a The Yellow Dino dari Indonesia, Katun dari Malaysia dan Suiko dari Jepang. Masing-masing pembicara berbagi pengalaman dan attachment mereka terhadap kota asal mereka maupun kota tempat mereka berkarya. Seru-seru deh cerita mereka, misalnya cerita Suiko yang pernah ditahan sampai 28 hari karena bombing di Jepang! Ada lagi ceritanya Papadino yang justru ditawari makanan ringan dan kopi saat menggambar di sudut Bandung. Dari sisi karya, Katun bercerita bahwa ia dan sahabatnya Clogtwo dari Singapura berpacu membuat sketsa setiap hari untuk menguatkan karya masing-masing, terkadang 5-7 sketsa sehari! Sementara Amenkcoy menceritakan bagaimana daerah tempat tinggalnya mempengaruhi setiap karya yang ia buat. Banyak karya yang lahir dari sudut pandang Amenkcoy terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat sekitarnya.

Trivia Conference Session One
Trivia Conference Session One

Setelah itu ada Trivia Conference Session II: Dinamika Multimedia dalam Praktik Berkesenian yang diisi oleh 3 seniman video ternama kota Bandung: Sembilan Matahari, Fluxcup dan Tromarama. Di sini mereka berbagi idealisme dan ide-ide karyanya ke depan. Di Conference sesi ini saya paling suka bagian nonton video karya mereka, karena sangat-sangat kreatif dan out-of-the-box. Meskipun sama-sama memakai video sebagai media, kesan yang didapat setelah melihat karya mereka sama sekali berbeda satu sama lain.

Trivia Conference Session II juga menandai dibukanya festival Street Stage. Aroma makanan mulai mengawang di langit-langit East Point Temporal (Gudang Tekstil) dan area pameran indoor pun dibuka. Ada sekitar 60 karya terpajang rapi di seantoro area, satu diantaranya instalasi video mapping dari Sembilan Matahari berjudul Constellation Neverland 2.0 yang interaktif. Selain itu ada 9 seniman menggambar live di sudut-sudut area (5 graffiti & 4 shoes-custom). Kalau tertarik, kita juga bisa ikutan free-tag di karya instalasi berupa mobil tua di bawah. Satu karya interaktif lainnya berasal dari REEXP, dimana kita bisa foto sambil melompati rantai yang menghubungan dua robot besar. Hasilnya foto melompat yang unik, seperti bermain lompat tali bersama para robot.

Street Stage Exhibition

street stage exhibitions

street stage katun dan suiko

street stage tyd reexp

Festival Street Stage masih akan berlangsung sampai 14 Mei 2016 dengan banyak aktivitas seru lain. Aktivitas berikutnya adalah live bombing oleh sekira 70-an seniman di 12 titik seputaran kota Bandung. Papadino sendiri akan mengisi dinding di kawasan Viaduct bersama Suiko. Rundown aktivitas lainnya bisa di lihat di Instagram. Datang yuk!

Street Stage: Rebel with a Cause
7-14 Mei 2016, 3pm – 10pm
East Point Temporal (Gudang Tekstil)
Jl. AH Nasution No. 924 (Cicaheum), Bandung
www.streetstagebdg.com  •  Twitter @streetstagebdg • IG @streetstage

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *